Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tanda Kamu Terjebak dalam Toxic Masculinity, Coba Perbaiki

Istilah toxic masculinity akhir-akhir ini banyak diperbincangkan di media sosial ataupun dalam forum diskusi langsung. Dilansir dari website The New York Times, toxic masculinity dapat diartikan sebagai sebuah istilah merujuk pada seorang pria yang harus tangguh dan tidak boleh lembek. Anggapan semacam itu membuat pria harus bersikap kuat layaknya seorang pemimpin.

Padahal pada dasarnya setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Seorang laki-laki yang tidak memiliki fisik mumpuni itu tetaplah disebut sebagai pria. Apakah kamu termasuk orang yang terjebak pada toxic masculinity di lingkaran sosialmu? Pertanyaan itu akan terjawab jika kamu membaca pembahasan ini baik-baik!

1. Kamu menganggap bahwa seorang pria tidak boleh menangis

Pada hakikatnya setiap orang pasti memiliki kekuatan hati yang berbeda-beda. Begitu pula seorang pria, tidak semua dari mereka memiliki hati yang kuat seperti pandangan banyak orang.

Dengan adanya hal tersebut, kamu gak boleh menyalahkan seorang pria yang menangis. Air mata seorang pria bukanlah sesuatu yang melanggar norma, kok! Terkadang seorang pria perlu menangis jika hatinya sedang teriris.

2. Kamu tidak mau merawat diri karena dianggap sebagai seperti perempuan

Tidak hanya perempuan, seorang pria memang diwajibkan untuk bisa merawat diri agar auranya tetap terpancar. Merawat diri itu bisa meliputi menjaga postur, membersihkan wajah, ataupun mencari model rambut yang cocok. Apalagi jika ingin memikat hati seorang perempuan, terkadang kamu perlu memiliki penampilan yang menawan, lho!

Jika kamu tidak mau merawat diri sebab gak ingin dicap seperti perempuan, maka auramu bakal meredup. Anggapan semacam itu sebaiknya dihilangkan sebab termasuk sebagai toxic masculinity.

Maka dari itu jangan pernah ragu untuk mulai merawat diri sebab kamu berhak memiliki penampilan yang menarik.

3. Kamu berusaha memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan kekuatan otot

Banyak yang beranggapan bahwa seorang pria harus mampu mengerjakan pekerjaan berkaitan dengan otot. Namun anggapan semacam itu sebenarnya bisa dibantah, sebab kebanyakan pekerjaan yang bergaji tinggi memerlukan otak.

Janganlah kamu mau terjebak dengan anggapan semacam itu karena hal tersebut tergolong sebagai toxic masculinity.

Jika kamu memiliki kelebihan dalam bidang sastra, jangan minder untuk mengungkapkan ide lewat novel, puisi, atau semacamnya. Tunjukkan kepada dunia bahwa seorang pria juga bisa menghasilkan karya yang menginspirasi banyak orang. Maka dari itu mulai sekarang jangan minder lagi dalam berekspresi, ya!

4. Kamu kurang memiliki rasa empati sebab terlalu mengandalkan logika

Pria memang dikenal sebagai seorang manusia yang sering mengandalkan logika ketika sedang melakukan interaksi sosial. Hal tersebut membuat seseorang cenderung kehilangan empatinya karena tidak peduli dengan perasaan orang lain.

5 Tanda Kamu Terjebak dalam Toxic Masculinity, Coba Perbaiki

Padahal memiliki empati yang tinggi adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang. Oleh karena itu, mulai sekarang coba seimbangkan antara logika dan perasaan. Seorang pria itu juga berhak memiliki hati yang lembut, kok!

5. Kamu cenderung menyindir seorang pria yang tidak memiliki fisik kuat

Bagaimana responmu ketika melihat seorang pria yang tidak memiliki fisik kuat? Jika kamu menanggapinya dengan nada ketus dan sedikit meremehkan, dapat dipastikan bahwa teori toxic masculinity ada di dalam pikiranmu. Sekali lagi ingatlah bahwa seorang pria yang tidak memiliki kekuatan mumpuni itu tidak salah.

Bisa saja dia memiliki kelebihan di dalam pemikirannya yang tidak kamu ketahui. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika kamu mulai menutup sudut pandang tersebut. Hargailah pilihan hidup seseorang tanpa menghakiminya, ya!

Anggapan toxic masculinity memang harus dihilangkan dari dalam diri. Setiap pria bebas menentukan bagaimana dirinya dalam menjalani hidup. Asalkan tidak melanggar norma, kamu dituntut untuk bisa menghargai pilihan orang lain.

Posting Komentar untuk "5 Tanda Kamu Terjebak dalam Toxic Masculinity, Coba Perbaiki"